Bogor | LintasUpdate — Agria Hotel Bogor tengah menjadi sorotan publik. Hotel yang berlokasi di Jalan Raya Tajur tersebut diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung yang memanfaatkan aplikasi daring.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak Desember 2024 hingga awal 2026, hotel yang sebelumnya dikenal sebagai Gino Feruci Hotel Bogor itu disebut-sebut berstatus dijual dan sedang ditawarkan kepada calon investor baru.
Sebagai hotel berbintang tiga, Agria Hotel Bogor memiliki fasilitas yang tergolong lengkap, mulai dari 76 kamar tipe superior dan suite, bangunan tujuh lantai dengan dua basement, restoran, kolam renang, hingga fasilitas hiburan seperti Tremonti Sky Lounge. Namun, di balik fasilitas tersebut, muncul isu serius yang berkembang di kalangan masyarakat, khususnya anak muda.

Tim awak media melakukan penelusuran langsung ke lokasi untuk menguji kebenaran informasi tersebut. Dalam investigasi itu, tim mencoba berkomunikasi dengan seorang wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK), yang identitasnya disamarkan sebagai Mawar.
Dalam keterangannya, Mawar mengungkap adanya dugaan praktik setoran kepada pihak tertentu di lingkungan hotel.
“Pihak hotel hanya menyediakan kamar. Tapi kalau ada tamu datang, biasanya ada jatah yang diminta,” ujarnya kepada wartawan.
Pernyataan tersebut memunculkan indikasi adanya praktik yang patut diduga melanggar ketentuan hukum. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak manajemen Agria Hotel Bogor terkait dugaan tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum mendapatkan respons. Kondisi ini semakin memperkuat dorongan publik agar pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka.
Kasus ini menambah daftar kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya praktik prostitusi online yang diduga memanfaatkan fasilitas penginapan. Aparat penegak hukum dan pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menegakkan aturan yang berlaku.
Pewarta : Red Editor : All Copyright © LintasUpdate 2026






