Pandeglang Banten | Lintasupdate — Tim media Garudasiber melakukan kunjungan langsung ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Babunajah yang berlokasi di Kampung Lasem, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, pada Selasa (13/1/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari video viral yang memperlihatkan kondisi bangunan sekolah yang rusak berat dan dinilai tidak layak digunakan, sehingga membahayakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi MI Babunajah telah berada pada tahap darurat. Dari empat ruang kelas yang tersedia, tiga ruang kelas rusak parah dan tidak dapat difungsikan. Akibatnya, enam rombongan belajar terpaksa menggunakan satu ruang kelas secara bergantian.
Saat ini, MI Babunajah hanya memiliki 28 siswa dengan dua orang guru pengajar. Jumlah tersebut terus mengalami penurunan karena banyak orang tua memilih menarik anaknya akibat kekhawatiran terhadap keselamatan.
Kepala MI Babunajah menegaskan bahwa kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan tersebut telah berlangsung lama dan berulang kali dilaporkan kepada pihak terkait.

“Kami sudah menyampaikan kondisi ini melalui berbagai jalur. Bangunan yang digunakan sekarang sudah tidak layak, bahkan sebagian roboh. Kami mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dari dinas terkait,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah tidak menuntut fasilitas mewah, melainkan jaminan keselamatan dasar bagi peserta didik.
“Jangan sampai ada korban baru dinas turun tangan. Tanggung jawab ini ada pada negara,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah seorang wali murid. Menurutnya, buruknya kondisi sekolah semakin diperparah dengan akses jalan yang tidak manusiawi.
“Sekolah alternatif jaraknya jauh dan jalannya rusak. Anak-anak kami dipaksa bertahan di kondisi berbahaya. Pemerintah seharusnya turun langsung, bukan hanya menerima laporan di meja,” katanya.
Selain kondisi sekolah, Tim Garudasiber juga menemukan bahwa Kampung Lasem dan Kampung Cimandahan hingga kini masih terisolir akibat tidak adanya pembangunan infrastruktur jalan yang memadai. Akses menuju kampung hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.
Kendaraan roda dua mengalami kesulitan melintas, sementara kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat masuk. Saat musim hujan, jalan tanah berubah menjadi lumpur tebal dan licin, sehingga sangat berbahaya.
Warga juga harus melintasi jembatan gantung Sungai Cimandahan yang kondisinya rusak dan berisiko tinggi.
Seorang warga menilai kondisi tersebut mencerminkan gagalnya koordinasi antarinstansi.
“Ini bukan hanya urusan desa. Jalan, jembatan, dan sekolah adalah kewenangan pemerintah. Tapi kami seperti tidak masuk dalam peta pembangunan,” ujarnya.
Dampak buruk infrastruktur ini turut menghantam perekonomian warga. Hasil pertanian tidak dapat diangkut secara mandiri, sehingga warga terpaksa bergantung pada tengkulak dengan harga jual yang ditekan.
“Karena akses tidak ada, kami selalu dirugikan. Kami minta dinas terkait jangan tutup mata,” kata warga lainnya.
Sorotan tajam juga diarahkan pada penggunaan Dana Desa. Warga mempertanyakan tidak adanya pembangunan infrastruktur dasar di Kampung Lasem dan Cimandahan, meski Dana Desa rutin dikucurkan setiap tahun. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait perencanaan, pengawasan, dan pengendalian anggaran oleh pemerintah desa serta instansi pembina di tingkat kabupaten.
Tim media Garudasiber menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar masalah desa, melainkan mencerminkan kegagalan lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Inspektorat, serta pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan.
Temuan lapangan ini akan disampaikan secara resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi pengawas lainnya agar segera dilakukan peninjauan langsung dan tindakan nyata.
Pendidikan dan akses infrastruktur merupakan hak dasar warga negara. Ketika sekolah dibiarkan rusak parah dan akses jalan terputus bertahun-tahun, maka kelalaian tersebut harus dijawab dengan tanggung jawab, bukan sekadar janji.
Tim media Garudasiber mendesak para pemangku kebijakan di Kabupaten Pandeglang untuk segera turun ke lokasi, melakukan audit kondisi sekolah dan infrastruktur, serta memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Garudasiber menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan membuka ruang klarifikasi dari seluruh dinas dan pemangku kebijakan terkait.
Pewarta : Red Editor : All Copyright © LintasUpdate 2025






